Tentu saja kami sempat tidak percaya. Akhirnya kami berlima keluar kamar. Kami pun bertemu dengan penghuni asrama lainnya, keadaan masih panik, dan semua orang juga masih belum percaya. Kebanyakan dari kami masih bertemu dengan almarhum, bahkan sempat mengobrol pada siang maupun sore harinya.
Akhirnya kami berencana untuk ke RSCM, tempat dimana almarhum dilarikan sebelum meninggal. Karena keterbatasan transport, hanya sebagian yang ikut berangkat kesana. Dan yang lainnya membantu menyiapkan tempat untuk upacara beliau.
Yang membuat aku terharu, saat akan menyiapkan tempat untuk upacara, banyak sekali orang yang membantu, bahkan dari asrama penari yang letaknya di seberang asrama kami. Memang asrama kami dan asrama mereka bernaung di satu wadah yang sama. Kami saling bahu membahu untuk menyiapkan upacara kematian bagi beliau. *sebagai tambahan, kami beragama Buddha*
Saat itu, aku melihat semangat kebersamaan itu ada karena sama-sama ada perasaan untuk membalas budi kepada beliau. Mas Parni dikenal sebagai orang yang baik dan ramah. Dia meninggal di usia yang sangat muda, 32 tahun. Dan 2 hari sebelumnya, dia baru menerima gelar sarjana hukum di kampusnya.
keesokan paginya,saat upacara, para pelayat yang datang cukup banyak, mulai dari teman-teman, kenalan, relasi bahkan dari departemen agama juga datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Kemudian jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di magetan. Para pelayat disana juga jauh lebih banyak. bahkan ada orang yang bilang " Pak camat mati yo rung tentu sing layat iso akehe koyo ngene" -- (red: pak camat meninggal saja belum tentu bisa sebanyak ini yang layat)
Hal penting yang aku pelajari adalah....
1. 'Jangan takut mati, tapi takutlah mati tanpa pernah melakukan sesuatu untuk orang lain'
2. 'Jangan pernah menyerah untuk meraih mimpi", karena dia juga sebenarnya berasal dari desa, dan bisa kuliah juga dengan beasiswa. Dia mendapatkan kesempatan tersebut karena dia ingin jika dia bisa kuliah hukum, dia bisa berguna bagi orang banyak
3. "Hidup harus punya impian yang besar dan berguna bagi orang lain"
4. "Untuk meraih kesuksesan harus dimulai dari bawah dan disertai ketekunan dan kerja keras", karena beliau memulai karirnya hanya sebagai office boy, hingga bisa menjadi staff kepercayaan seorang jenderal, serta bisa mencapai gelar sarjana
Sekian dulu yang bisa aku tuangkan di tulisan kali ini...mohon maaf bila ada kesalahan kata.
for me, you still teach me something although you have gone....
Rest In Peace mas Parni....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar